TEMANGGUNG-Sebuah langkah strategis pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP) di Desa Selosabrang, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, kini memasuki fase krusial. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari Program Strategis Nasional (PSN) yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, dan kini mulai disosialisasikan secara intensif kepada masyarakat setempat. Kehadiran Dandim 0706/Temanggung, Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho, M.Han., dalam audiensi terbuka di Aula Desa Selosabrang, Sabtu (16/5/2026), menegaskan komitmen TNI untuk mengawal proyek vital ini sekaligus memastikan suara warga terakomodasi sejak dini.
Letkol Inf Hermawan Adi Nugroho menjelaskan bahwa YTP bukan sekadar unit militer biasa. Desainnya terintegrasi dengan konsep pertahanan semesta, memadukan kekuatan tempur (*hard power*) dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Pembangunan Batalyon Teritorial ini merupakan program prioritas nasional (PSN) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Satuan ini dibentuk sebagai bagian dari strategi pertahanan negara, sekaligus didesain untuk mempercepat program swasembada pangan, ” ungkap Dandim.

Lebih lanjut, Dandim merinci inovasi yang akan dibawa oleh batalyon model baru ini. Keberadaan kompi-kompi khusus seperti Kompi Pertanian dan Peternakan, Kompi Perikanan, dan Kompi Kesehatan menjadi bukti nyata pendekatannya yang lebih humanis dan berorientasi pada kemaslahatan publik. Menanggapi isu pemanfaatan lahan Perhutani, Letkol Inf Hermawan menekankan pendekatan musyawarah dan transparansi. Ia optimis kehadiran YTP akan menjadi katalisator kebangkitan ekonomi di kawasan utara Temanggung. “Pembangunan ini bukan semata-mata untuk kepentingan militer. Keberadaan Batalyon Teritorial ini akan membawa manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi lokal, hingga terbukanya lapangan pekerjaan baru. Ini akan menjadi aset bersama, ” tegasnya.
Dukungan penuh datang dari Kepala Desa Selosabrang, Eko Hartoyo, yang menyambut hangat inisiatif ini. Ia menilai dialog langsung yang terjalin berhasil meredam kekhawatiran warga dan memberikan kejelasan mengenai manfaat nyata yang akan dirasakan, terutama oleh para petani penggarap lahan Perhutani. Pertemuan ini juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Anggota DPRD Temanggung Muhtaryono, Camat Bejen Sariyanto, S.Sos., Danramil 14/Bejen Kapten Inf Muhson, Pasi Intel Kodim Kapten Inf Aris S., Kapolsek Bejen Iptu Bambang, Kaur TU BKPH Candiroto Puguh Waldiyanto, Kontraktor Pelaksana YTP Eka Saputra, serta perwakilan petani penggarap lahan Perhutani. Kehadiran mereka mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berpihak pada rakyat.

Updates.